Skip to main content

Kenal Lebih Dekat dengan Coco si Cokelat

 



Hi readers!

Kalian pasti pernah kan makan cokelat batang, minum cokelat panas dan membuat kue cokelat? Tetapi, kalian tau gak sih bedanya kakao, kokoa dan cokelat dalam produk tersebut? Kedengarannya memang sama, tetapi tentu ada perbedaannya loh. Memang apa sih bedanya? Daripada penasaran mending langsung aja pantengin informasinya dibawah ya.

 

1. Kakao

        Kakao (Theobroma cacao) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dapat menghasilkan biji kakao yang selanjutnya bisa diproses menjadi bubuk cokelat. Kakao biasanya digunakan untuk menyebut cokelat yang masih mentah atau yang masih alami dan murni. Jadi, yang disebut kakao itu buah cokelat yang masih belum mengalami proses pengolahan apapun.

 

2. Kokoa

        Kokoa adalah produk mentah hasil olahan biji cokelat seperti bubuk kokoa atau kokoa butter. Kokoa biasanya digunakan untuk menyebut coklat bubuk, yaitu biji kakao yang sudah melalui proses pengeringan.

 

3. Cokelat

        Cokelat adalah hasil olahan biji kakao yang sudah mengalami proses dan ditambah bahan lain sehingga kemurniannya berkurang. Contohnya adalah cokelat batang yang biasa dikonsumsi masyarakat, dimana cokelat batang tersebut sudah ditambah dengan pemanis seperi gula dan susu.

 

Kalian tau juga gak sih kalau buah kakao itu ada jenis-jenisnya? Sekarang kita bahas mengenai jenis-jenis kakao serta perbedaannya. Kakao memiliki 3 jenis yaitu jenis criollo, forastero dan trinitario.

a. Criollo

      Criollo merupakan jenis kakao yang menghasilkan biji cokelat yang mutunya sangat baik dan dikenal dengan cokelat mulia. Ciri-cirinya adalah buahnya berwarna merah atau hijau, kulit buahnya tipis berbintil-bintil kasar dan lunak. Criollo memiliki rasa yang paling enak, aromanya manis, dan hampir tidak pahit. Pohon kakao jenis ini hanya 5-10% diproduksi di dunia.

b. Forastero

    Forastero merupakan jenis kakao yang memiliki mutu sedang. Buahnya berwarna hijau, ulitnya tebal, biji buahnya tipis atau gepeng dan kotiledonnya berwarna ungu pada waktu basah. Forastero memiliki rasa yang pahit, sehingga dibuat dengan bahan campuran.

c. Trinitario

     Trinitario merupakan jenis kakao hasil persilangan antara criollo dan forastero. Buahnya berwarna hijau atau merah dan bentuknya bermacam-macam, biji buahnya juga bermacam-macam dengan kotiledon berwarna ungu muda sampai ungu tua pada waktu basah.

 

Sumber: Kompas, IDN Times

Comments

  1. Kadang ada yang menyebutnya kopi coklat untuk kakao apakah benar begitu? Ini saya temui dulu di wilayah Baturaden, Banyumas, arah telaga sunyi, ada perkebunan yang dikelola oleh PTPN.

    Orang² sekitar menyebutnya kopi coklat, lalh itu sebenarnya kopi atau coklat?

    Ini seperti istilah kata ikan ayam, untuk menyebut bahan masakan bahan lauk untuk bahan makanan sumber protein.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk penyebutan 'kopi cokelat' saya baru dengar. Kalau cokelat itu sebutan untuk kakao yang telah diolah, sedangkan kakao itu buah cokelat yang masih mentah dan belum diolah 😊

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Buku "Sebelum Perempuan Bercinta", Buku yang Mengedukasi Para Perempuan Muda Tentang Sex Education

Source: bukumojok.com Source: bukumojok.com Hai readers ! Udah lama ya aku gak bikin konten di blog lagi. Maklumlah, agak sedikit sibuk dengan dunia perskripsian hahahaha. Oke, gak usah basa-basi. Kali ini aku akan sharing  tentang review  buku yang baru aja aku baca. Buku ini berjudul "Sebelum Perempuan Bercinta" hasil karya tulis Dea Safira. Disini aku akan jelasin secara umumnya tentang isi buku ini ya, buku ini menarik untuk dibaca terutama untuk kamu para perempuan muda yang masih perlu pengetahuan tentang sex education . Aku akan jelasin dari sudut pandang aku sebagai pembaca mengenai buku ini. Aku tidak akan spoiler  secara keseluruhan, supaya kalian bisa langsung baca buku fisiknya secara langsung. Detail Informasi Buku Berat                  : 0,2 kg Dimensi               : 13 x 19 cm Format                  : Softcover ...

Kerikilnya Anak Tingkat Akhir

 Hi Readers! Kalau di postingan sebelumnya aku ngebahas suka duka kuliah di jurusan Teknologi Pangan Unpas, nah sekarang aku bakal  sharing  tentang pengalaman aku selama menjadi mahasiswa tingkat akhir, ya alias masa masa ngerjain tugas akhir, hihihihi... Langsung aja gak usah berlama lama, check it out ! Jadi gini... Di semester 7 lebih tepatnya tahun 2021, aku baru selesai mengerjakan kerja praktek di salah satu UMKM di Bandung. Jeda antara Seminar KP (SKP) ke Seminar Usulan Penelitian itu, aku cuma berjarak 6 bulan. Setelah selesai SKP, aku break  dulu lah tuh sebulan, karena emang pengen self healing  dulu lah yaa, istirahat otaknya wkwkwk. Tapi, selama sebulan itu, aku gak bener bener nganggur, aku juga sambil nyari nyari topik penelitian. Satu bulan kemudian, aku mulai lanjut ngurus pendaftaran tugas akhir. Gak mau lama lama break  soalnya takut terlalu nyaman, eh kebablasan dan malah gak selesai selesai kuliah saya wkwk.. Dah lah tuh, aku ngurus pen...

Review Buku "Cerita Singkat", My Greatest First Book

  Hai readers ! Welcome back to my blog  :) Kali ini aku akan me- review  buku antologi cerpen pertama aku yang pernah di terbitkan. Walaupun ini buku karya aku sendiri, tapi aku tetep review  secara jujur mulai dari kekurangan dan kelebihan dari buku aku ini. Stay tuned  yaa! Detail Informasi Buku Sinopsis: Ada beberapa tema menarik yang diangkat dalam buku ini. Cerita-cerita pendek yang memberi gambaran arti sebuah kehidupan, persahabatan, bahkan ketakutan. Hal-hal yang berkaitan dengan horor seperti hantu dan mitos tertentu dapat ditemukan di buku ini. Ukuran     : 14 x 21 cm ISBN        : 978-623-281-356-4 Terbit         : Juni, 2020 Penerbit    : Guepedia Harga        : Rp 81.000 Review Buku Ini adalah karya tulis fiksi hasil tulisanku sekaligus buku pertama yang aku terbitkan. Aku menerbitkan buku ini di Guepedia secara gratis. Ya, Guepedia ini merupakan penerbit indie, jadi se...