Skip to main content

DIY Face Mask: Charcoal

Masker Organik Tepung beras+charcoal



Hai!

Kali ini aku akan sharing tentang masker wajah. Nah, readers pasti suka maskeran dong? Terutama cewek-cewek nih. Biasanya pakai masker apa aja sih? Dan berapa kali pakai? Aku saranin sih untuk penggunaan masker bisa 2 hari sekali, atau seminggu 2 kali. Tergantung dengan aktivitas kamu. Tetapi, jangan terlalu sering juga ya readers, karena kulit wajah yang tipis dan sensitif banget terjadinya iritasi, apalagi kalau pakai bahan masker yang mengandung bahan kimia.

Nah, ngomong-ngomong soal masker, aku punya alternatif bahan masker yang organik alias bahan alami. Bahan-bahan ini mudah didapat dan pastinya murah. Cara membuatnya pun sederhana.



Masker tepung beras+charcoal

Kenapa dipilih tepung beras? Karena teksturnya yang lembut dan halus untuk wajah. Pastikan tepung berasnya bersih dari kotoran dan kerikil. Selain itu, tepung beras juga dapat mencerahkan wajah.

Kenapa pakai charcoal? Karena charcoal dapat mengangkat sel kulit mati serta komedo yang membandel, mengecilkan pori, serta mengangkat kotoran dan polusi. Cocok banget buat readers yang sering beraktivitas diluar ruangan.

Cara membuat:
1. Siapkan wadah kecil, sendok, kuas masker.
2. Tuangkan 1 sendok makan tepung beras, dan 1/2 sendok makan bubuk charcoal.
3. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Bisa gunakan air biasa, atau air mawar.
4. Aduk rata sampai berbentuk pasta.
5. Masker siap digunakan.

Gampang banget kan cara buatnya? Sebelum memakai masker ini, diwajibkan untuk membersihkan wajah terlebih dahulu ya, bisa gunakam air hangat untuk membuka pori-pori wajah. Selamat mencoba :)



Terima kasih telah mengunjungi LOVOOD :)

Comments

Popular posts from this blog

Buku "Sebelum Perempuan Bercinta", Buku yang Mengedukasi Para Perempuan Muda Tentang Sex Education

Source: bukumojok.com Source: bukumojok.com Hai readers ! Udah lama ya aku gak bikin konten di blog lagi. Maklumlah, agak sedikit sibuk dengan dunia perskripsian hahahaha. Oke, gak usah basa-basi. Kali ini aku akan sharing  tentang review  buku yang baru aja aku baca. Buku ini berjudul "Sebelum Perempuan Bercinta" hasil karya tulis Dea Safira. Disini aku akan jelasin secara umumnya tentang isi buku ini ya, buku ini menarik untuk dibaca terutama untuk kamu para perempuan muda yang masih perlu pengetahuan tentang sex education . Aku akan jelasin dari sudut pandang aku sebagai pembaca mengenai buku ini. Aku tidak akan spoiler  secara keseluruhan, supaya kalian bisa langsung baca buku fisiknya secara langsung. Detail Informasi Buku Berat                  : 0,2 kg Dimensi               : 13 x 19 cm Format                  : Softcover ...

Review Buku "Cerita Singkat", My Greatest First Book

  Hai readers ! Welcome back to my blog  :) Kali ini aku akan me- review  buku antologi cerpen pertama aku yang pernah di terbitkan. Walaupun ini buku karya aku sendiri, tapi aku tetep review  secara jujur mulai dari kekurangan dan kelebihan dari buku aku ini. Stay tuned  yaa! Detail Informasi Buku Sinopsis: Ada beberapa tema menarik yang diangkat dalam buku ini. Cerita-cerita pendek yang memberi gambaran arti sebuah kehidupan, persahabatan, bahkan ketakutan. Hal-hal yang berkaitan dengan horor seperti hantu dan mitos tertentu dapat ditemukan di buku ini. Ukuran     : 14 x 21 cm ISBN        : 978-623-281-356-4 Terbit         : Juni, 2020 Penerbit    : Guepedia Harga        : Rp 81.000 Review Buku Ini adalah karya tulis fiksi hasil tulisanku sekaligus buku pertama yang aku terbitkan. Aku menerbitkan buku ini di Guepedia secara gratis. Ya, Guepedia ini merupakan penerbit indie, jadi se...

Kerikilnya Anak Tingkat Akhir

 Hi Readers! Kalau di postingan sebelumnya aku ngebahas suka duka kuliah di jurusan Teknologi Pangan Unpas, nah sekarang aku bakal  sharing  tentang pengalaman aku selama menjadi mahasiswa tingkat akhir, ya alias masa masa ngerjain tugas akhir, hihihihi... Langsung aja gak usah berlama lama, check it out ! Jadi gini... Di semester 7 lebih tepatnya tahun 2021, aku baru selesai mengerjakan kerja praktek di salah satu UMKM di Bandung. Jeda antara Seminar KP (SKP) ke Seminar Usulan Penelitian itu, aku cuma berjarak 6 bulan. Setelah selesai SKP, aku break  dulu lah tuh sebulan, karena emang pengen self healing  dulu lah yaa, istirahat otaknya wkwkwk. Tapi, selama sebulan itu, aku gak bener bener nganggur, aku juga sambil nyari nyari topik penelitian. Satu bulan kemudian, aku mulai lanjut ngurus pendaftaran tugas akhir. Gak mau lama lama break  soalnya takut terlalu nyaman, eh kebablasan dan malah gak selesai selesai kuliah saya wkwk.. Dah lah tuh, aku ngurus pen...