Skip to main content

Dessert: Agar-agar Buah

Agar-agar Buah
Hai para pecinta makanan enak dan sehat!

Seperti yang sudah kalian lihat di gambar, itu adalah agar-agar buah. Pastinya rasanya enak dan seger banget! Kali ini aku akan sharing mengenai agar-agar yang aku buat sendiri ini di rumah.

Aku menggunakan bubuk agar-agar dari Swallow yang kemasannya warna kuning seperti dibawah ini:



Sebelumnya kalian tahu gak sih perbedaan antara agar-agar, jelly dan puding?

  • Agar-agar: Agar-agar terbuat dari rumput laut merah berjenis euchema sp (rhodophyceae) atau dari keluarga phaeophycophyta (gracilaria dan gelidium). Tekstur agar-agar lebih padat, agak keras, dan kenyal. (Quora)

  • Jelly: Jelly terbuat dari rumput laut berjenis karaginofit, seperti eucheuma sp, hypnea sp, gigartina sp dan chondrus sp. Jelly bertekstur sangat kenyal dan lembut. (Quora)

  • Puding: Puding merupakan sejenis dessert yang diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang. Bahan-bahan yang biasanya digunakan untuk membuat puding sangat beragam, di antaranya susu, santan, yoghurt, buah, nata de coco, tepung, telur, kopi, dll. Puding bisa juga terbuat dari agar-agar, jelly, atau bahkan campuran keduanya. Tekstur puding sangat lembut dan halus. (Quora)

Agar-agar buah yang aku buat menggunakan buah-buahan segar seperti belimbing, melon dan strawberry. Kalian juga bisa pakai buah lainnya seperti pepaya, apel, semangka dll. Buah-buahan dipotong-potong menjadi kecil-kecil agar lebih mudah saat memotong agar-agar jadi nantinya. Agar-agar ini juga menggunakan gula pasir (sukrosa) agar terasa manis.


Struktur dan Karakteristik:

Agar-agar sebenarnya adalah karbohidrat dengan berat molekul tinggi yang mengisi dinding sel rumput laut. Ia tergolong kelompok pektin dan merupakan suatu polimer yang tersusun dari monomer galaktosa. Agar-agar dapat dibentuk sebagai bubuk dan diperjualbelikan.
Gel terbentuk karena pada saat dipanaskan di air, molekul agar-agar dan air bergerak bebas. Ketika didinginkan, molekul-molekul agar-agar mulai saling merapat, memadat dan membentuk kisi-kisi yang mengurung molekul-molekul air, sehingga terbentuk sistem koloid padat-cair. Kisi-kisi ini dimanfaatkan dalam elektroforesis gel agarosa untuk menghambat pergerakan molekul objek akibat perbedaan tegangan antara dua kutub. Kepadatan gel agar-agar juga cukup kuat untuk menyangga tumbuhan kecil sehingga sangat sering dipakai sebagai media dalam kultur jaringan. (Wikipedia)

Cara membuat:
  1. Tuang bubuk agar-agar (2 sachet) kedalam panci.
  2. Masukkan 3-4 cangkir air kedalamnya (lebih rincinya lihat pada bagian belakang kemasan).
  3. Masukkan gula pasir (lebih rincinya lihat pada bagian belakang kemasan).
  4. Aduk sampai rata.
  5. Masak agar-agar dengan api kecil diatas kompor sambil terus diaduk sampai mendidih supaya agar-agar tidak mudah menggumpal.
  6. Setelah mendidih, matikan kompor. 
  7. Masukkan agar-agar kedalam loyang agar yang telah diberi buah-buahan potong. Tunggu sampai agak dingin di suhu ruang, kemudian masukkan dalam kulkas agar tetap segar.
Cukup mudah bukan? Kalian bisa banget menambahkan komponen lainnya seperti susu, cokelat atau perisa lainnya.

Terima kasih telah mengunjungi LOVOOD :)




Sumber:

Comments

Popular posts from this blog

Buku "Sebelum Perempuan Bercinta", Buku yang Mengedukasi Para Perempuan Muda Tentang Sex Education

Source: bukumojok.com Source: bukumojok.com Hai readers ! Udah lama ya aku gak bikin konten di blog lagi. Maklumlah, agak sedikit sibuk dengan dunia perskripsian hahahaha. Oke, gak usah basa-basi. Kali ini aku akan sharing  tentang review  buku yang baru aja aku baca. Buku ini berjudul "Sebelum Perempuan Bercinta" hasil karya tulis Dea Safira. Disini aku akan jelasin secara umumnya tentang isi buku ini ya, buku ini menarik untuk dibaca terutama untuk kamu para perempuan muda yang masih perlu pengetahuan tentang sex education . Aku akan jelasin dari sudut pandang aku sebagai pembaca mengenai buku ini. Aku tidak akan spoiler  secara keseluruhan, supaya kalian bisa langsung baca buku fisiknya secara langsung. Detail Informasi Buku Berat                  : 0,2 kg Dimensi               : 13 x 19 cm Format                  : Softcover ...

Kerikilnya Anak Tingkat Akhir

 Hi Readers! Kalau di postingan sebelumnya aku ngebahas suka duka kuliah di jurusan Teknologi Pangan Unpas, nah sekarang aku bakal  sharing  tentang pengalaman aku selama menjadi mahasiswa tingkat akhir, ya alias masa masa ngerjain tugas akhir, hihihihi... Langsung aja gak usah berlama lama, check it out ! Jadi gini... Di semester 7 lebih tepatnya tahun 2021, aku baru selesai mengerjakan kerja praktek di salah satu UMKM di Bandung. Jeda antara Seminar KP (SKP) ke Seminar Usulan Penelitian itu, aku cuma berjarak 6 bulan. Setelah selesai SKP, aku break  dulu lah tuh sebulan, karena emang pengen self healing  dulu lah yaa, istirahat otaknya wkwkwk. Tapi, selama sebulan itu, aku gak bener bener nganggur, aku juga sambil nyari nyari topik penelitian. Satu bulan kemudian, aku mulai lanjut ngurus pendaftaran tugas akhir. Gak mau lama lama break  soalnya takut terlalu nyaman, eh kebablasan dan malah gak selesai selesai kuliah saya wkwk.. Dah lah tuh, aku ngurus pen...

Review Buku "Cerita Singkat", My Greatest First Book

  Hai readers ! Welcome back to my blog  :) Kali ini aku akan me- review  buku antologi cerpen pertama aku yang pernah di terbitkan. Walaupun ini buku karya aku sendiri, tapi aku tetep review  secara jujur mulai dari kekurangan dan kelebihan dari buku aku ini. Stay tuned  yaa! Detail Informasi Buku Sinopsis: Ada beberapa tema menarik yang diangkat dalam buku ini. Cerita-cerita pendek yang memberi gambaran arti sebuah kehidupan, persahabatan, bahkan ketakutan. Hal-hal yang berkaitan dengan horor seperti hantu dan mitos tertentu dapat ditemukan di buku ini. Ukuran     : 14 x 21 cm ISBN        : 978-623-281-356-4 Terbit         : Juni, 2020 Penerbit    : Guepedia Harga        : Rp 81.000 Review Buku Ini adalah karya tulis fiksi hasil tulisanku sekaligus buku pertama yang aku terbitkan. Aku menerbitkan buku ini di Guepedia secara gratis. Ya, Guepedia ini merupakan penerbit indie, jadi se...