Skip to main content

Hari Gizi Nasional 2021


Hai readers!

Tau gak sih kalau Hari Gizi Nasional itu diperingati setiap tanggal berapa? Untuk yang jawab tanggal 25 Januari jawabannya tepat ya! Jadi, Hari Gizi Nasional selalu diperingati setiap tanggal 25 Januari. Tahun 2021 ini Hari Gizi Nasional memasuki tahun ke-61. Sebenarnya apa sih yang diperingati dari Hari Gizi Nasional?

Hari Gizi Nasional diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia yang pada saat itu ditandai dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan pada 25 Januari 1951. Sejak berdirinya sekolah tersebut, pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Dari situlah kemudian disepakati bahwa tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia.


Upaya perbaikan gizi masyarakat telah dimulai sejak tahun 1950 yakni saat Menteri Kesehatan Dokter J Leimena mengangkat Prof. Poorwo Soedarmo sebagai Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Saat itu LMR dikenal dengan sebutan Institut Voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan, Lembaga Eijckman. Sosok Prof. Poorwo Soedarmo dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia. Peringatan Hari Gizi Nasional prtama kali diadakan oleh LMR pada pertengahan tahun 1960-an yang kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak tahun 1970-an hingga sekarang.
Nah, untuk mengikuti Hari Gizi Nasional 2021 ini. Aku turut berpartisipasi dalam lomba poster yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan UNPAS. Dengan mengusung tema "Menjaga Nutrisi Tubuh dengan Mengonsumsi Makanan Bergizi dalam Menghadapi Era New Normal". Judul yang aku buat adalah "What's on my plate?". Kenapa menggunakan judul tersebut? Ya, karena dalam poster yang kubuat, berisikan tentang makanan yang aku konsumsi selama era new normal di tengah pandemi COVID-19.

Dalam poster tersebut terdapat 4 komponen gizi yang harus terpenuhi, diantaranya  karbohidrat, protein, vitamin dan mineral serta air. Lemak termasuk ke dalam zat gizi makro, tetapi kali ini aku akan membahas yang ada di poster terlebih dahulu ya.

1. Karbohidrat

Menurut Kemenkes RI, makanan pokok adalah pangan yang mengandung karbohidrat yang sering dikonsumsi atau telah menjadi bagian dari budaya makan berbagai etnik di Indonesia sejak lama. 

Makanan pokok disini aku menggunakan nasi merah. Hal ini karena dalam 200 gram beras merah mengandung 40-50 gram karbohidrat. Selain itu, nasi merah lebih baik dibanding nasi putih karena kadar gulanya yang tidak terlalu tinggi. Karbohidrat yang dikonsumsi sebanyak 2/3 dari 1/2 piring atau sekitar 150 gram nasi.

2. Protein

Dalam poster tersebut, aku menggunakan ikan salmon dan tahu putih. Ikan salmon termasuk ke dalam makanan dengan protein hewani. Protein hewani mempunyai asam amino yang lebih lengkap dan mudah diserap tubuh. Kekurangannya, jumlah kolesterol dan lemaknya lebih tinggi serta harganya relatif mahal.

Tahu putih termasuk ke dalam makanan dengan protein nabati yang berasal dari kacang kedelai. Protein nabati mempunyai keunggulan dibanding hewani karena kandungan lemak tak jenuhnya lebih tinggi daripada bahan pangan hewani. Kandungan isoflavonnya, terutama pada kedelai menjadi daya tarik karena manfaatnya yang sangat banyak. Jumlah protein yang dikonsumsi sebanyak 1/2 dari1/2 piring.

3. Vitamin dan Mineral

Vitamin dan mineral sangat penting demi menunjang kebutuhan tubuh lainnya. Buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin seperti vitamin A, B, B1, B6 dan C, mineral dan serat pangan.Sebagian vitamin dan mineral yang terkandung dalam buah-buahan berperan sebagai antioksidan. Buah yang aku konsumsi salah satunya melon kuning dan anggur sebanyak 1/2 dari 1/2 piring.

Manfaat sayuran bagi tubuh diantaranya mencegah dan mengurangi stres berlebih, memperlancar buang air besar, mencegah penyakit jantung & kanker, mempertahankan berat badan seimbang dll. Sayuran yang aku konsumsi dari poster tersebut yaitu salad yang terdiri dari kale, tomat ceri, wortel, brokoli dan tambahan chiaseeds. Jumlah yang dikonsumsi sebanyak 2/3 dari 1/2 piring.

4. Air

Kandungan air dalam tubuh manusia sekitar 2/3 atau sekitar 60-70% dari berat tubuh. Kekurangan konsumsi air bisa membuat kita dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Oleh sebab itu, kita dianjurkan minum 8 gelas air sehari. Tentunya hal tersebut berdampak baik bagi tubuh dan memiliki manfaat diantaranya:

a. Dapat memelhara fungsi ginjal
b. Menghindari dehidrasi
c. Mengurangi resiko kanker kandung kemih
d. Memperlancar pencernaan
e. Merawat kulit dan dapat mengontrol kalori


Sumber : Kementerian Kesehatan RI, Kompas, Pinterest

Comments

Popular posts from this blog

Buku "Sebelum Perempuan Bercinta", Buku yang Mengedukasi Para Perempuan Muda Tentang Sex Education

Source: bukumojok.com Source: bukumojok.com Hai readers ! Udah lama ya aku gak bikin konten di blog lagi. Maklumlah, agak sedikit sibuk dengan dunia perskripsian hahahaha. Oke, gak usah basa-basi. Kali ini aku akan sharing  tentang review  buku yang baru aja aku baca. Buku ini berjudul "Sebelum Perempuan Bercinta" hasil karya tulis Dea Safira. Disini aku akan jelasin secara umumnya tentang isi buku ini ya, buku ini menarik untuk dibaca terutama untuk kamu para perempuan muda yang masih perlu pengetahuan tentang sex education . Aku akan jelasin dari sudut pandang aku sebagai pembaca mengenai buku ini. Aku tidak akan spoiler  secara keseluruhan, supaya kalian bisa langsung baca buku fisiknya secara langsung. Detail Informasi Buku Berat                  : 0,2 kg Dimensi               : 13 x 19 cm Format                  : Softcover ...

Review Buku "Cerita Singkat", My Greatest First Book

  Hai readers ! Welcome back to my blog  :) Kali ini aku akan me- review  buku antologi cerpen pertama aku yang pernah di terbitkan. Walaupun ini buku karya aku sendiri, tapi aku tetep review  secara jujur mulai dari kekurangan dan kelebihan dari buku aku ini. Stay tuned  yaa! Detail Informasi Buku Sinopsis: Ada beberapa tema menarik yang diangkat dalam buku ini. Cerita-cerita pendek yang memberi gambaran arti sebuah kehidupan, persahabatan, bahkan ketakutan. Hal-hal yang berkaitan dengan horor seperti hantu dan mitos tertentu dapat ditemukan di buku ini. Ukuran     : 14 x 21 cm ISBN        : 978-623-281-356-4 Terbit         : Juni, 2020 Penerbit    : Guepedia Harga        : Rp 81.000 Review Buku Ini adalah karya tulis fiksi hasil tulisanku sekaligus buku pertama yang aku terbitkan. Aku menerbitkan buku ini di Guepedia secara gratis. Ya, Guepedia ini merupakan penerbit indie, jadi se...

Kerikilnya Anak Tingkat Akhir

 Hi Readers! Kalau di postingan sebelumnya aku ngebahas suka duka kuliah di jurusan Teknologi Pangan Unpas, nah sekarang aku bakal  sharing  tentang pengalaman aku selama menjadi mahasiswa tingkat akhir, ya alias masa masa ngerjain tugas akhir, hihihihi... Langsung aja gak usah berlama lama, check it out ! Jadi gini... Di semester 7 lebih tepatnya tahun 2021, aku baru selesai mengerjakan kerja praktek di salah satu UMKM di Bandung. Jeda antara Seminar KP (SKP) ke Seminar Usulan Penelitian itu, aku cuma berjarak 6 bulan. Setelah selesai SKP, aku break  dulu lah tuh sebulan, karena emang pengen self healing  dulu lah yaa, istirahat otaknya wkwkwk. Tapi, selama sebulan itu, aku gak bener bener nganggur, aku juga sambil nyari nyari topik penelitian. Satu bulan kemudian, aku mulai lanjut ngurus pendaftaran tugas akhir. Gak mau lama lama break  soalnya takut terlalu nyaman, eh kebablasan dan malah gak selesai selesai kuliah saya wkwk.. Dah lah tuh, aku ngurus pen...